home

home
photo

Minggu, 31 Oktober 2010

INFORMASI PUNCAK JAYA

PERTEMUAN DENGAN AGENDA SITUASI PUNCAK JAYA.

Pertemuan agenda situasi daerah puncak jaya, pada tagal 1 juni 2010 di asrama putra puncak jaya jam 3-30 sampai dengan selesai, dalam rapat tersebut beberapa organisasi yang tergambung membahas dan menselurusi persoalan yaitu:
                  1. organisasi pembepasan
                  2. organisasi SMI
                  3. lapisan mahasiswa papua dari beberaa kabupaten
Berlangsung membahas mengenai penidasan papua pada umun dan secara khususnya Puncak Jaya, adalah bukan kesalahan TNI polri dan TPN-OPN tetapi  untuk kepentingan kekuasaan penguasaan pemimpin daera membuat, rakjat sipil yang korban, oleh krena itu suatu intrumen yang deketahui adalah
  1. dilarang keras meberikan pemakaran baik itu provinsi maupun kabupaten.
  2. rakjat korban tuma dengan kepentingan memiliki kekuasaan baik di tingkat Nasional maupun di tingkat Regional, dengan ini membuat masyarakat sipil korban, resolusi kongkrit ini di buat oleh orang nomor satu puncak jaya untuk memiliki kekuasaan di tingkat provinsi




                                          KASUS PENEMBAKAN PUNCAK JAYA.

JUBI — Masih berlanjutnya kasus penembakan di Puncak Jaya, dinilai sebuah provokasi situasi yang diciptakan kelompok tertentu. Aparat keamanan (TNI dan Polri) diminta mengungkap pelaku sebenarnya, bukan sekedar menduga semata.
Ketua Komisi A DPRP, Ruben Magai saat ditemui JUBI di ruang kerjanya, Senin (9/8), mengatakan, profesionalime aparat keamanan dipertanyakan. “Sebab, sampai sekarang tidak pernah berhasil ungkap siapa pelaku dan jenis peluru yang ditemukan. Ini yang masih menjadi tanda tanya besar,” tuturnya.
Ruben minta pelaku harus ditangkap dan mesti diusut tuntas. “Itu baru profesionalitas polisi dijempol.”
Menyelesaikan kasus Puncak Jaya, kata dia, akan bermartabat karena menyangkut hajat hidup masyarakat setempat. “Sekali lagi, menuduh dan menuduh bukan cara profesional. Itu kuno. Justru akan memupuk situasi tegang dan dianggap rawan, sehingga menurukan banyak pasukan. Padahal, pola pendekatan dengan militeristik tidak akan menyelesaikan persoalan Papua,” tuturnya.
Ruben juga menyayangkan meningkatnya insiden penembakan. Hampir tiap hari ada saja penembakan. Pelakunya tidak diketahui. “Masyarakat sipil dan aparat keamanan selalu menjadi korban. Terakhir kemarin seorang pendeta juga tertembak. Siapa pelaku dan apa motifnya, sampai sekarang tidak jelas.”


                              INFORMASI DETIK COM.


Info detik com sesaat diliputi oleh seorang jurnalis Puncak Jaya, mengenai penomen Puncak Jaya, dalam beberapa duracksion time yang melampaui tadi sungai (JIGI) di kepalah air terbelah tempus gunung Gurik-Abea, dan menghuapkan akibat  pembelahan gunung, kantor Bupati Puncak Jaya dalam keadaan pusin, dan juga pondasi kantor bupati agak miring demikin jencelahbagian utara sekitar 6 ruang yang jatudalam ruangan mengakibatkan? seorang bobot atau otak kantor Bupati menjadi luka besar sementara dioprasi {Rumah sakit wonabela}, di Mulia. nama central propestor unit (CUP), Demikian info ada tewas atau tidaknyabelum ada keluar melalui detik com,oleh sebab itu info selengkapnya buka httl puncak@detik.com cetepet waktu hehe....!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar